Studi sastra lisan “penguatan Kesusastraan”

Pada 17 Mei 2024, Balai Bahasa Yogyakarta menjelma ruang temu yang hidup bagi tradisi tutur Nusantara. Di gedung yang biasanya hening oleh kerja-kerja kebahasaan itu, mahasiswa PBSI Pascasarjana UNISDA menghadirkan sastra lisan bukan sebagai artefak masa silam, melainkan sebagai peristiwa—berdenyut, bernapas, dan berinteraksi dengan pendengarnya.

Kegiatan ini memosisikan sastra lisan sebagai praktik budaya yang utuh: ada suara, ada tubuh, ada konteks sosial yang menyertainya. Cerita rakyat, tembang, mantra, dan tuturan tradisional disajikan dengan kesadaran akademik sekaligus kepekaan estetik. Para penyaji tidak sekadar “membawakan teks”, tetapi menghidupkan kembali relasi antara penutur dan khalayak—relasi yang sering hilang ketika sastra direduksi menjadi bahan cetak di ruang kelas.

Menariknya, forum ini tidak berjalan satu arah. Diskusi mengalir setelah pertunjukan, membedah fungsi sastra lisan dalam masyarakat kontemporer: sebagai medium pendidikan karakter, sebagai arsip ingatan kolektif, dan sebagai bentuk perlawanan halus terhadap kepunahan bahasa daerah. Di sini terlihat sebab–akibat yang jelas: ketika tradisi lisan dipraktikkan secara sadar dan kritis, ia tidak membeku menjadi folklor museum, tetapi justru menemukan relevansi baru.

Balai Bahasa Yogyakarta berperan sebagai simpul penting—bukan hanya penyedia ruang, tetapi juga penanda legitimasi bahwa sastra lisan layak dibicarakan di tingkat akademik tanpa kehilangan akar kulturalnya. Sementara itu, kehadiran mahasiswa pascasarjana PBSI UNISDA menunjukkan posisi generasi muda sebagai jembatan: mereka membaca teori, tetapi juga bersedia turun ke ranah performatif yang menuntut keberanian dan empati budaya.

Acara ini, pada akhirnya, bukan sekadar agenda kampus atau laporan kegiatan. Ia adalah pengingat bahwa bahasa hidup melalui suara manusia. Dan pada 17 Mei 2024 itu, di Yogyakarta, suara-suara tersebut kembali menemukan ruangnya.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *