PENGUATAN SASTRA LISAN DI “TANGKUBAN PERAHU” BAGI MAHASISWA S2 PBSI UNISDA LAMONGAN

Bandung — Dalam rangka memperluas wawasan kebahasaan dan kesastraan berbasis kearifan lokal, mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Darul ’Ulum (Unisda) Lamongan mengikuti kegiatan “Sastra Lisan di Tangkuban Perahu” pada Juli 2022. Kegiatan ini merupakan bagian dari program studi lapangan yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Pascasarjana Unisda Lamongan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat, yang dikenal sarat dengan legenda rakyat dan nilai budaya lokal. Para mahasiswa diajak untuk mengkaji bentuk-bentuk sastra lisan yang hidup dalam masyarakat setempat, seperti legenda, mitos, dan cerita rakyat, dengan pendekatan ilmiah dan kontekstual.

Direktur Pascasarjana Unisda Lamongan, Dr. Sutardi, S.S., M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap hubungan antara sastra, budaya, dan masyarakat. “Sastra lisan merupakan akar identitas bangsa yang perlu dikaji dan dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu melihat sastra bukan hanya sebagai teks, tetapi juga sebagai praktik budaya yang hidup,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung terhadap cerita rakyat Tangkuban Perahu dan bentuk ekspresi budaya masyarakat sekitar. Mereka juga berdiskusi dengan pemandu lokal dan pemerhati budaya setempat untuk memahami konteks sosial, moral, dan historis dari kisah legendaris tersebut.

Koordinator Program Studi Magister PBSI, Dr. H. Sariban, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penerapan pembelajaran kontekstual dan penelitian lapangan dalam kajian sastra lisan. “Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman empiris dalam meneliti sastra lisan secara langsung di sumbernya. Ini penting untuk melatih kepekaan budaya sekaligus keterampilan akademik mereka,” terangnya.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis, tetapi juga pengalaman estetis dan emosional ketika menyaksikan secara langsung lokasi yang menjadi latar kisah legendaris Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Kegiatan “Sastra Lisan di Tangkuban Perahu” menjadi momen berharga bagi mahasiswa Pascasarjana Unisda Lamongan untuk mengintegrasikan teori sastra, kajian budaya, dan pengalaman lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir calon pendidik dan peneliti sastra yang berwawasan luas, berkarakter ilmiah, dan berkomitmen terhadap pelestarian budaya bangsa.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *