Lamongan — Sebagai bagian dari komitmen Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) dalam meningkatkan kualitas akademik, pada 5–7 Februari 2024, digelar Pelatihan Pemutakhiran Kurikulum KKNI Berbasis OBE yang diinisiasi bersama BestQ Institute. Pelatihan tiga hari ini menitikberatkan pada penguatan pemahaman dan implementasi kerangka kurikulum yang selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan pendekatan Outcome-Based Education (OBE).
Acara tersebut dihadiri oleh dosen, pengelola kurikulum, dan perwakilan dari berbagai fakultas, termasuk yang membawahi jenjang pascasarjana. Dengan keterlibatan lintas jenjang—sarjana maupun pascasarjana—Unisda berupaya menyelaraskan standarisasi kurikulum di seluruh level pendidikan.
Materi dan Metodologi Pelatihan
Beberapa materi utama yang disampaikan adalah gambaran dan peraturan terbaru terkait KKNI dan OBE, penyusunan profil lulusan (PEO — Program Educational Objectives), capaian pembelajaran lulusan (PLO), hingga pengembangan dokumen silabus dan RPS (Rencana Pembelajaran Semester). Pemateri dari BestQ dan praktisi kurikulum memberikan studi kasus serta sesi pendampingan agar peserta dapat menyusun dokumen kurikulum secara langsung.
Metode yang diterapkan tidak sekadar ceramah, melainkan juga diskusi interaktif dan kerja kelompok. Peserta diberi kesempatan merevisi draft kurikulum program studi sesuai standar OBE dan mensinkronkannya dengan kebutuhan dunia kerja serta ekspektasi pemangku kepentingan.
Relevansi dan Dampak bagi Pascasarjana
Pelatihan ini menjadi momentum strategis bagi Pascasarjana Unisda untuk memperbaharui kurikulum program magister dan doktor agar:
- Sejalan dengan Standar Nasional — memastikan dokumen kurikulum memenuhi ketentuan Permendikbudristek terkait SN-Dikti dan kebijakan kurikulum berbasis OBE.
- Konsistensi Lintas Jenjang — agar kurikulum program pascasarjana selaras dengan jenjang sarjana, khususnya dalam hal capaian pembelajaran dan kelancaran alih kredit atau sinkronisasi kualitas.
- Peningkatan Daya Saing Lulusan — dengan kurikulum yang berorientasi hasil, lulusan pascasarjana diharapkan tidak hanya unggul dalam teori, tetapi memiliki keahlian aplikatif yang relevan dengan dunia riset, industri, atau lembaga kelembagaan.
- Kolaborasi antar Fakultas & Program Studi — pelatihan ini membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dalam penyusunan kurikulum bersama, serta memperkuat jejaring akademik internal kampus.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unisda, Dra. Hj. Khotimah Suryani, M.Ag., menyoroti bahwa pelatihan ini semakin memperkokoh landasan kurikulum OBE di Unisda secara menyeluruh, termasuk di lingkungan pascasarjana.
Langkah Berikutnya
Sebagai tindak lanjut, tim kurikulum Pascasarjana akan melakukan:
- Penyusunan dan finalisasi dokumen kurikulum pascasarjana berbasis OBE.
- Sosialisasi internal kepada dosen pembimbing dan pengampu mata kuliah agar memahami kerangka baru ini.
- Monitoring dan evaluasi berkala terhadap implementasi kurikulum, termasuk feedback dari mahasiswa serta pemangku eksternal.
- Penyusunan modul pelatihan lanjutan atau pendampingan teknis khusus bagi program studi pascasarjana dalam penerapan OBE.
Dengan langkah serius ini, Pascasarjana Unisda berharap dapat menghadirkan program-program unggul dengan lulusan yang kompeten, relevan, dan siap menghadapi tantangan riset maupun dunia profesional secara holistik.
