PASCASARJANA UNISDA LAMONGAN LIBATKAN ALUMNI, PENGGUNA, DAN PRAKTISI AKADEMIK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

Lamongan — Dalam upaya meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan di tingkat magister, Pascasarjana Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan melaksanakan kegiatan Pengembangan Kurikulum Program Pascasarjana dengan melibatkan berbagai unsur penting, yakni alumni, pengguna lulusan, stakeholder, dan praktisi akademik bidang bahasa dan sastra. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang pertemuan Pascasarjana Unisda Lamongan dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, serta tamu undangan dari berbagai instansi pendidikan dan lembaga profesi.

Dalam sambutannya, Direktur Pascasarjana Unisda Lamongan, Dr. Sutardi, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa keterlibatan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam proses pengembangan kurikulum merupakan bentuk komitmen Pascasarjana Unisda untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

“Pascasarjana tidak boleh berjalan sendiri dalam merancang kurikulum. Kami perlu masukan dari alumni dan pengguna lulusan agar profil lulusan yang kami hasilkan sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan industri, dan tantangan pendidikan nasional,” ungkap Dr. Sutardi.

Kegiatan ini juga menghadirkan beberapa praktisi akademik dan ahli bidang bahasa dan sastra yang memberikan pandangan terkait perkembangan ilmu kebahasaan dan kesastraan di era digital. Mereka menyoroti pentingnya integrasi antara kompetensi literasi kritis, literasi digital, dan kemampuan riset dalam kurikulum magister, agar lulusan mampu berperan aktif dalam dunia akademik maupun profesi pendidikan.

Perwakilan alumni dan pengguna lulusan turut memberikan masukan konstruktif, terutama terkait keterampilan pedagogik, kemampuan menulis akademik, serta penguasaan teknologi pembelajaran yang perlu diperkuat dalam struktur kurikulum baru. Sementara itu, stakeholder dari dunia pendidikan menekankan pentingnya kolaborasi antara universitas dan lembaga mitra dalam implementasi kurikulum yang aplikatif.

Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. H. Sariban, M.Pd., menjelaskan bahwa hasil dari forum ini akan dijadikan dasar dalam proses revisi dan penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan pada capaian pembelajaran (CPL) dan kompetensi lulusan. “Masukan dari berbagai pihak akan kami rumuskan menjadi panduan konkret agar kurikulum magister PBSI semakin adaptif, visioner, dan berdampak nyata,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana dialogis dan produktif. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan gagasan mengenai arah pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dunia pendidikan dan perkembangan ilmu bahasa dan sastra di masa depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pascasarjana Unisda Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan profesionalisme lulusan, serta memperkuat peran universitas dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional dan kebudayaan bahasa Indonesia.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *