Dosen Pascasarjana Unisda Lamongan Paparkan Konsep Kekuasaan dalam Literatur Hindia Belanda di Forum Internasional UiTM Malaysia

Malaysia — Dr. Ida Sukowati, M.Hum., dosen Pascasarjana Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan, tampil sebagai pemateri dalam Seminar Pengabdian Masyarakat Internasional yang diselenggarakan di Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kegiatan bergengsi ini diikuti oleh dosen dan peneliti dari berbagai negara dengan tujuan memperkuat jejaring akademik global serta membuka ruang dialog lintas disiplin dalam bidang ilmu humaniora dan sosial.

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Ida menyampaikan makalah berjudul “Strategi Normalisasi sebagai Konsep Kekuasaan dalam Literatur Hindia Belanda: Perspektif Analisis Wacana Michel Foucault.” Ia memaparkan bahwa karya sastra kolonial Hindia Belanda tidak hanya berfungsi sebagai teks estetis, tetapi juga sebagai instrumen kekuasaan yang digunakan untuk membentuk wacana dan persepsi masyarakat terhadap kolonialisme.

Dengan menggunakan kerangka analisis wacana Michel Foucault, Dr. Ida menguraikan bagaimana bahasa dalam teks kolonial menjadi alat yang halus namun efektif untuk menormalisasi dominasi dan menanamkan nilai-nilai tertentu dalam kesadaran masyarakat jajahan. Ia menegaskan bahwa kekuasaan tidak selalu hadir dalam bentuk penindasan fisik, tetapi juga melalui produksi pengetahuan dan bahasa.

“Melalui perspektif Foucaultian, kita bisa melihat bahwa sastra kolonial adalah ruang di mana kekuasaan dan pengetahuan saling memperkuat. Teks-teks semacam ini membentuk cara pandang masyarakat terhadap sejarah dan identitas hingga masa kini,” jelas Dr. Ida dalam pemaparannya.

Seminar internasional di UiTM ini menjadi wadah strategis bagi akademisi untuk bertukar gagasan dan menjalin kolaborasi riset lintas negara. Diskusi berlangsung dinamis, melibatkan peserta dari berbagai bidang seperti sastra, budaya, filsafat, dan komunikasi. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran aktif dosen Indonesia, khususnya dari Unisda Lamongan, dalam memperkenalkan perspektif kajian poskolonial yang berakar pada pemikiran akademik Indonesia.

Partisipasi Dr. Ida Sukowati juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis akademik internasional. Melalui keterlibatan aktif di forum global, ia turut membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan keilmuan antara Indonesia dan berbagai institusi luar negeri.

Lebih dari sekadar forum ilmiah, kegiatan di UiTM ini juga menjadi ajang diplomasi budaya dan intelektual antarbangsa. Dr. Ida menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kolaborasi akademik internasional sebagai bentuk kontribusi dosen Indonesia dalam membangun peradaban ilmu pengetahuan yang terbuka, kritis, dan berkeadilan.

“Partisipasi aktif dalam forum internasional seperti ini tidak hanya memperluas jejaring keilmuan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian penting dalam percakapan global tentang kebudayaan dan kekuasaan,” tutup Dr. Ida.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *